Saturday, 20 March 2010

introducing : male midget

The brain of MOST of our trips (please note : MOST. I do contribute occasionally - when I'm in the mood) is the Male Midget.

Male Midget is the usual soon to be 21 university student with limited money in his pocket. The only time he wants to splurge? When he goes travelling! He is a culinary-freak, has watched all complete series of The Amazing Race, and only read travel books. (It gets annoying when we travel to a new place he always imitate the guy's voice in Amazing Race: "On this episode of Amazing Race, the midgets are travelling to France and they are.." and he only stops when I smack him).

When we browse in the internet, he opens travel blogs (by the way I linked his favourite blogs under "Role Models", and I open fashion blogs. I am naturally a routine-fan, and conversely he always loves to try something new. I can eat same menu everyday for the rest of the year, he eats out every other day. Male Midget drags and poisons me with good food around the city.. and I have gradually turned into food-traveller too. And he is the sole reason if I gain weight!

He is also the reason I do not care about getting tan or having acnes during travelling or getting fat when we try new food while travelling (because of one corny reason : I will look beautiful anyway when im tanned, or when my faces covered with acnes or little extra fat). He introduces me to the joy of travelling and slowly grow the passion within me!

The irony is : now he can't get away from me budgering him while travelling! Ha!

Thursday, 18 March 2010

your alternative wedding venue

Di Poland, Krakow, saya dan Male Midget pernah mengunjungi museum tambang garam yang cukup terkenal : Wieliczka, located in Southern Poland, dan dari Krakow u can take a bus for less than 30 minutes.

Tambang Garem ini gede bener. Awal-awal perjalanan, kita harus turun tanggal sebanyak 387 steps (waktu kita turun, saya ngerecokin Male Midget "are we there yet?" "are we there yet?" dengan suara Donkey). Oia, waktu naik ada Lift kok. Mayan gempor juga naik 387 steps kalo nggak ada lift buat balik ke atas.

Isi tambang garem ini menarik buat diliat. Ada patung terbuat dari garam tentang sejarah tambang ini, ada patung orang-orang terkenal. Dijelasin juga legenda tambang garem ini di tournya.

Ceritanya dulu di ada putri dari Hungaria yang namanya Kinga mau nikah ama raja Krakow. Sebagai hadiah pernikahan, si Putri Kinga ini minta tambang garem ama bokapnya, karena di Poland jarang ada garem. Jadi sebelum dia ke Poland di lempar cincinnya ke tambang itu, terus begitu udah nyampe Poland, si putri minta orang-orang buat gali sebuah lubang dan tiba-tiba orang itu nemuin cincin wrapped around salt crystal. in the end, si princess dipercaya menjadi guardian angel tambang ini..

Photobucket
yang di kiri putrinya tuh lagi dikasih cincin..

Dikutip dan di terjemahkan bebas dari :
http://www.polandforvisitors.com/poland/wieliczka_history

Pertanyaan saya : Kok si Putri lempar cincinnya di Hungaria, nemunya di Polan? cincinnya jalan ya?
Rese banget sih si Putri maen lempar cincin aja. Mendingan di jual buat beli garem.

Btw, jaman dulu kan penambang garem itu dianggap pahlawan karena pekerjaannya bahaya banget.. Tapi gajinya gede dan mereka di bayar pake garem. Status sosial penambang garem juga tinggi, jadi kaya dan terpandang. Nah karena kerjaannya bahaya banget, makanya disini dibikin semuanya komplit. Ada patung-patung yang dipercaya bisa menolak bad luck, ada chapel kecil buat misa teratur -karena dulu orang poland superstitious sekali. Ada salib dan patung Jesus Christ dari kayu yang sudah dibikin ratusan tahun yang lalu tapi karena salt ada sifat buat preserve, warna kayunya jadi nggak berubah selama ratusan tahun! Wow! Hayo ibu-ibu rumah tangga, taburkan garam di setiap sudut rumah anda supaya tetap awet!

Ini lo gerejanya:

Photobucket
suasana gereja bawah tanah made in garem

Chandeliernya elegant banget. Suasana gereja nya juga keren. Tapi sayang tamu cuma muat beberapa orang! Yang bikin ga repot, karena semua terbuat dari garem, kalo tamu-tamunya pada laper tinggal suru jilat-jilat kursinya aja. Mayan kan hemat biaya catering. . hehe..

oia, terus kata tour guidenya juga, yang nikah disini terbukti pernikahannya lebih awet. Karena nikah diantara garem-garem -yang punya sifat preserve. Kalo nggak percaya buktiin sendiri.. hehehe..

Tuesday, 16 March 2010

Mozart is a musician

As an amateur pianist, I had to learn at least one Mozart Piece. Yang paling terkenal contohnya : Eine kleine Nachtmusik, lagu yang sering dipakai di iklan-iklan furnitur mewah.. yaaa for example. Kalo orang denger Mozart, pasti inget om-om yang rambutnya di rol maen piano atau biola.

Om Mozart juga ternyata traveller juga loh. Bapaknya pernah tinggal di Augsburg, Germany, dia lahir di Salzburg, dan pernah juga tinggal di Vienna, Austria.

One of my high school friend, sebut saja Bonnie, which is a musical enthusiast came to travel with us to Austria and Germany. And when I say musical enthusiast, she is a real enthusiast. She is an excellent pianist and a proud bassoonist. Dan sebagai sesama musician, Bonnie sangat admire si Om Mozart. Salah satu misinya travelling ke Austria ini adalah ziarah dan mengunjungi rumah pahlawannya itu. Ternyata setelah kita tanya mbah google, si om Mozart nggak punya kuburan sendiri karena nggak ada uang. Bonnie sedih dan sebagai teman yang baik saya mengusulkan untuk mengunjungi Mozart House aja kalo nggak bisa ziarah ke makamnya.

Pertama, kita mengunjungi rumah Mozart di Augsburg, Germany.

Photobucket

Ini katanya dulu rumahnya papanya si om Mozart. Seperti gambar di atas, cuma gedung biasa saja. Tapi Bonnie bener-bener terharu bisa ngeliat tempat ini dari dekat..

Di Salzburg, Bonnie langsung excited karena ini adalah tempatnya om Mozart lahir. Salzburg does agree with Bonnie, as a city it is really proud as a birthlace of Mozart. Mozart ada di mana-mana mulai dari museum sampe toko suvenir. Ada pensil Mozart, magnet, sampai coklatnya. Jadi kita mengunjungi tempat si Mozart lahir.

Photobucket
rumah lahirnya om Mozart, Salzburg

Mozart Birthhouse ini seperti musium biasa, dalemnya ada beberapa tingkat dan disana ada partitur-partitur musik tua karangan Mozart. Bonnie ngeliat partitur itu as if she was about to steal them. Bonnie teriak2 dan mulai mumble-mumble nggak jelas "Ini piece yang terkenal banget.. Lagu Opera ini.. Ini Sonata yang itu.. itu lagu opera ini.."

Tapi buat saya dan Male Midget, it just a piece of old paper. Nggak ada special2nya. Hehe..

Isi Mozart Birthhouse nggak cukup bizzarre buat bayar 5.50 euro. Tapi ternyata nggak cuma itu. Si Mozart ternyata juga punya rumah tinggal Mozart Wohnhaus. Karena Bonnie insist, akhirnya kita menuju Mozart Wohnhaus.

Photobucket
rumah tinggal nya om Mozart - Salzburg

Bonnie sekali lagi terharu dan sangat appreciate rumah ini... Kalau saya dan Male Midget ngeliatnya mirip ama bangunan biasa aja..

Dan ternyata it's not over yet. Di Vienna, Bonnie kepingin mengunjungi rumah tinggal nya Mozart di Vienna..
Mozart House Vienna
rumah tinggalnya om Mozart - Vienna.

Saya dan Male Midget bingung kok rumahnya Mozart banyak bangeeet. Sebenernya dia musisi atau broker gedung sih..

language barrier

semua traveller pasti menghadapi masalah ini kalo lagi travelling : language barrier. Apalagi di negara2 yang orang2nya banyak nggak bisa bahasa inggris. Nanya orang nggak ngerti malah tambah nyasar lah, salah naik kereta lah, dan sebagainya.

Waktu travelling kita ke France, kita sempet mengalami kejadian lucu. Kita mengunjungi the Palace of Versailles di Prancis. Itu loh, kastil yang gedeeeee banget yang kalo kata om wikipedia cost konstruksinya bisa sampe $2 Billion plus renovasi.

Photobucket
guedeee bangeeet..

Nah, karena mau ngeliat museum di dalem Versaillesnya bayar, kita nyari yang bisa buat banyak diliat n murah. Jadi kita akhirnya mutusin buat masuk ke Gardennya. Waktu bayar, si mbak kasir bilang sesuatu dalam bahasa inggris dengan suara bindeng. Saya baru sadar ternyata si mbak kasir ngomong ke saya dalam bahasa Inggris karena tiba-tiba saya dengar ada kata "music" dan "five thirty PM". Saya ngangguk ngangguk aja. Kalo saya minta ulang lagi jg belum tentu ngerti. Di tiket masuk nya ada tulisan dalam bahasa Perancis : Jardins Musicaux

Male Midget tiba2 berasumsi, "wah, bakal ada konser musik nih jam 5.30 kali. Ayo buru2 liat semuanya entar jam 5.30 kita bisa liat konser!" Saya nurut-nurut aja. Waktu itu sekitar pukul 4.30 jadi kira2 bisa 1 jam liat2 gardennya.

Karena itu garden gede banget dan kita perginya saat musim panas, kita berdua hampir meleleh kepanasan jalan2 di garden itu. Tapi karena suasana gardennya bagus, fountains dan patung-patungnya khas Eropa sekali, acara lihat-lihat taman menjadi menyenangkan. Di balik patung-patung Eropa setengah telanjang di sepanjang taman ada speaker yang mengalunkan musik klasik serempak. Jadi bener-bener suasananya kaya di film yang ada raja jalan-jalan di taman pakai kereta kuda.

Pukul 5.20, kami belum menemukan ni konser ada di auditorium mana. Apa konser outdoor kah? Kita tidak tahu apa - apa karena yang ada di tiket cuma bahasa perancis.

jam 5.45

Nggak ada tanda-tanda orang ngantri. Male Midget memutuskan untuk bertanya ke Cafe disana tentang dimana konser musik ini ada.

Ternyata... Konser musik emang nggak pernah ada.. Jardins Musicaux ternyata konsep menikmati taman sambil mendengar musik .. musical stroll around the garden gitu deh.. Cape deee.. Terus yang 5.30 PM? ternyata musik-musik klasik di speaker belakang patung-patung taman berenti jam 5.30 PM.. oalaaah..

Male Midget ketawa-ketawa sendiri sedangkan saya kecewa tidak jadi nonton konser musik.

good night. sleep tight. don't let the bed bugs bite.

Salah satu stop dalam acara travelling lalu kita ke Malaysia adalah Pulau Tioman. Kami memutuskan untuk menginap 2 malam di sana. The truth is, it is a very very nice island but we only get to be in Salang Beach. I'm sure other beaches will be very nice. a reason for a second visit! Ha!

Karena kekurangan uang cash dan long story short untuk malam ke dua kita memutuskan untuk pindah ke hotel yang lain tanpa AC. Ternyata chalet kita ada di ujung Salang Complex.. jauh n terpencil. Ada tetangga sih di kiri tapi di kanan cuma ada hutan n pohon pisang. Waktu malam2 anginnya kenceng jadi adem walaupun ngga ada AC. Nggak ada keset kaki juga jadi ya kalo abis dari toilet netes2... Kita abis berenang juga jadinya banyak pasir2.

With that kinda situation kita sih sebenernya masih survive2 aja.. Ngirit dan nginep di tempat2 murah kita udah biasa. Maklumlah, budget terbatas. Toh cuma satu malam lagi.

Tapiii di hotel ini ternyata ada bed bugs.. Mending bugnya lalet tse tse yang bisa bikin tidur pulessss yang ini boro2! Entah nama laletnya apa yang pasti badannya si Male Midget bentol2 merah2 nggak karuan dan gatel banget. Udah dikasi anti alergi tetep aja gatel2nya nggak ilang..

Lesson learned : buat budget travellers, nginep2 di tempat yang murah boleh2 aja tp di cek dulu kebersihannya! Emang ada harga ada rupa, tapi kalo the rest of the trip jadi garuk2 nggak karuan kan nggak enak jg! :)

I do not like travelling. He does

After our 12th country travelling together, I decided to write so called documentaries of our journeys. So, Holla blogging world! Here comes the Midget Travellers. We are a couple that share different personalities.. but why midgets?

As backpackers we met many people during our journeys... dan most of the times kita paling pendek.. Udah pendek bawa backpack gede n berat lagi tambah pendek deh..

Blog ini akan di tulis dengan bahasa Indonesia, just because. Kalaupun ada alasannya, mungkin buat memperbanyak blog dalam bahasa Indonesia aja. Indonesian Fashion Bloggers udah numpuk tapi jarang yang pake bahasa kita sendiri :) I also think that to share some of funny stuffs happen during our journey pakai bahasa indonesia jg mungkin lebih afdol kali ya. And English in a few posts jg mungkin.. Tergantung mood.

and why I do not like travelling. He does?

karena saya (Ok, u can call me Female Midget) is not a true backpacker. Saya hanyalah tourist biasa yang kurang adventurous tapi latah ikut2an si Male Midget yang punya passion in travelling. Male Midget suka sekali baca buku2 dan informasi tentang traveling, baik di negara yang sudah didatanginya ataupun di negara yang belum didatanginya. Kerjaan Male Midget adalah mem-plan semua perjalanan kita mulai dari budget sampai pakai maskapai / bis / kapal ato any transportation possible yang akan dilalui dalam perjalanan kami. Male Midget bisa tau tempat2 termurah sampai saya bingung sendiri dia tau dari mana...

Dan saya? Saya ngikut aja sambil ngerecokin si Male Midget, contohnya "Fotoin.." "berat, bawain.." "ngantuk.." "lapar."

Saya sudah sering minta si Male Midget buat documents his travel stories untuk di share ttapi dengan alasan gak bisa nulis, on behalf of him saya akan menulis cerita2 lucu, bodoh, sedih, menyebalkan dll dalam travel kita.

Selain tentang travelling mungkin saya akan menulis hal2 lain seperti tentang makanan, place finds, etc.

so happy reading!